Tuhan Merupakan Produk Imajinasi Kreatif

Tuhan Merupakan Produk Imajinasi Kreatif

Saya mesti secara sengaja menciptakan rasa tentang dia di dalam diri saya. Para rahib, pendeta, dan sufi yang lain menyalahkan saya karena mengasumsikan bahwa Tuhan dalam pengertian apa pun adalah realitas yang ada di luar sana.

Mereka dengan tegas memperingatkan saya untuk tidak berharap mengalami Tuhan sebagai fakta objektif yang bisa ditemukan melalui proses pemikiran rasional biasa. Mereka tentu akan mengatakan kepada saya bahwa dalam pengertian tertentu, seperti halnya seni dan musik yang bagi saya sangat inspiratif.

Beberapa monoteis terkemuka bahkan dengan tenang dan tegas mengatakan kepada saya bahwa Tuhan tidak ada dengan sebenarnyanamun demikian “dia” adalah realitas terpenting di dunia. Buku ini Poker Online Terpercaya bukanlah tentang sejarah realitas Tuhan yang tak terucapkan itu, yang berada di luar waktu dan perubahan, tetapi merupakan sejarah persepsi umat manusia tentang Tuhan sejak era Ibrahim hingga hari ini.

Penting untuk menyadari bahwa hukum-hukum yang lebih dalam berarti lebih sekedar keberuntungan yang di alami oleh para penjudi atau kebetulan yang terjadi dalam tiga serial kejadian. Tidak menurut hukum ini perkumpulan-perkumpuklan rahasia berarti hukum yang saling jalin sendiri menjadi nyaman kehidupan pribadi pada tingkat yang saling intim, pola besar dan juga rumit dari urutan takdir yang telah membentuk sejarah dunia.

Teori dalam buku ini adalah bahwa kejadian-kajadian Ketika saya mulai meneliti sejarah ide dan pengalaman tentang Tuhan dalam tiga kepercayaan monoteistik yang saling berkaitan Yahudi, Kristen, dan Islam—saya berharap menemukan bahwa Tuhan hanya merupakan proyeksi kebutuhan dan hasrat manusia. Saya kira dia akan mencerminkan rasa takut dan kerinduan masyarakat pada setiap tahapan perkembangannya.

Prediksi-prediksi saya tidak seluruhnya tidak terbukti, tetapi saya benar-benar dikejutkan oleh beberapa penemuan saya. Seandainya saya telah mengetahui semua itu tiga puluh tahun lalu, ketika saya mulai menjalani kehidupan di biara, pengetahuan itu tentu akan menyelamatkan saya dari ke tegangan ketika mendengar dari para monoteis terkemuka ketiga agama itu bahwa ketimbang menanti Tuhan untuk turun dari ke tinggian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *