Sarjana Romawi-Yahudi Keturunan Imam Abad Pertama

Gerbang Kemenangan Kekaisaran Romawi. Jendral Titus menghancurkan Yerusalem dan meruntuhkan Bait Suci pada tahun 70 M, menggenapi nubuat Yeshua tentang bangunan Bait Suci, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sekali-kali di sini tidak akan dibagikan pada batu di batu, yang sama tidak akan diruntuhkan.” ( Matius 24: 2)

Gerbang Lengkung Kemenangan Titus, yang menggambarkan tentara Romawi membawa Menorah ini pergi menempuh penghancuran Bait Suci. Sumber-sumber sejarah Yahudi juga banyak kesaksian orang pertama yang melaporkan melihat Menorah di Roma segera setelah penghancuran Bait Suci.

Prosesi pawai kemenangan Titus digambarkan pada Lengkungan Titus di Roma, digambarkan jarahan yang dirampas dari Bait Suci Yerusalem. Arch of Titus dibangun pada tahun 82 M oleh Kaisar Domitian, tidak lama setelah kematian kakaknya, Kaisar Titus, untuk memperingati kemenangan-kemenangan Titus, termasuk Pengepungan Yerusalem pada tahun 70 M.

Flavius ​​Josephus, diterbitkan sebagai artefak Bait Suci memang dibawa ke Roma dan ditempatkan di Kuil Perdamaian Vespasianus, yang selesai dibangun pada tahun 75 M.

Jejak sejarah Menorah mulai lenyap sejak abad ke-5. Sejarawan meninggalkan itu artefak itu dirampas oleh orang-orang barbar yang menjarah Roma pada tahun 455 M, kemudian Menorah dilebur emas dan disebarkan ke mana-mana. Tapi tidak ada catatan sejarah dari masa lalu ini. Ada juga cerita-cerita bahwa Menorah dibawa ke Karthage dan kemudian ke Istanbul.

Tahun 1818, Sungai Tiber ditelusuri untuk mencari benda-benda berharga, sebagian karena laporan itu Menorah emas tenggelam dalam kapal karam.

Sejak saat itu, ada beberapa kali penampakan yang tidak dapat ditanggapi tentang Menorah di Vatikan, namun lebih merupakan kesaksian orang kedua atau klaim-klaim anekdot yang menuduh tanpa bukti nyata. Pada abad ke-12, seorang Yahudi Spanyol yang bernama Benyamin dari Tudela mengatur tur keliling ke dunia yang dikenal, berkelana hingga Mesopotamia. Ia mengklaim dalam jurnalnya bahwa orang-orang Yahudi Roma mengetahui bahwa perabot-perabot Bait Suci disembunyikan di sebuah gua di Vatikan.

Rumor-rumor ini terus berlanjut hingga hari ini. Vatikan menerima surat balasan setiap tahun dari orang-orang Yahudi dan non-Yahudi yang meminta perabot-perabot ini meminta kepada bangsa Yahudi. Meskipun Vatican menerima bahwa tidak ada bukti-bukti perabot-perabot, Bait Suci ada dalam kepemilikan mereka, permintaan-permintaan Terkait terus berdatangan. Dalam pertemuan dengan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1996, Shimon Shitrit, yang kemudian menjadi Menteri Urusan Agama Israel meminta bantuan Vatikan dalam mencari artefak-artefak Bait Suci sebagai “isyarat misi baik”. Surat kabar Haaretz melaporkan “terjadi yang meminta hening menyelimuti ruangan segera setelah meminta Shitrit ini didengar Paus. Semoga kalin dapat faedahnya  setelah apa yang sudah di jabarkan di atas. Dan artikel ini dari  http://988poker.me/  Terimakasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *