Menikmati Hiadangan Laut Dari Tsukiji Fish Market Jepang

Menikmati Hidangan Laut Dari Tsukiji Fish Market Jepang

Belum sampai di Tsukiji Fish Market, saya sudah bisa mencium aroma pasar ikan sejak dari stasiun. Padahal, Stasiun Subway Tsukijishijo ber ada di underground. Mungkin saking besarnya, udara khas pasar ikan sudah tercium hingga beratus meter walau di bawah tanah sekalipun.

Tsukiji Fish Market memang pasar ikan terbesar di dunia. Area ini penuh dengan gudang gudang besar tempat penjualan dan penyimpanan ikan. Berpuluh-puluh kendaraan besar hilir mudik dan terlihat para pekerja sibuk menggotong tumpukan kotak untuk dimasukkan ke dalam bagasi truk.

Layaknya pasar ikan di mana pun, Tsukiji berlantai licin dan becek, berbau ikan segar, dan ramai luar biasa. Sudah agak siang sehingga saya tidak menemukan hewan laut yang terlalu aneh menurut ukuran saya. Namun, untungnya saya masih bisa menemukan ikan tuna sepanjang satu meter (bahkan, lebih).

Kenikmatan Makan Di Tsukiji Fish Market

Mungkin sisa-sisa dari lelang ikan, yang biasa diadakan setiap pagi. Orang Jepang adalah pengonsumsi ikan tuna terbesar di seluruh dunia. Mayoritas ikan itu tidak dimasak, tetapi dimakan mentah (atau dibumbui saja) sebagai sashimi atau sushi.

Menurut mereka, bagian paling lezat dari seekor tuna besar adalah perut. Daging berlemak di bagian perut tuna selalu dijual paling mahal daripada bagian-bagian lainnya. Ketertarikan saya akan tuna besar itu sebenarnya karena saya penyuka ikan cakalang atau tongkol (versi kecil ikan tuna) terutama yang diasap (orang Manado menyebutnya fufu).

Saya membayangkan, kalau ikan sebesar ini diolah menjadi fufu mungkin akan memakan waktu berhari-hari untuk membuat ikan gendut itu matang sampai ke tulang. Sepengetahuan saya, Jepang juga mengimpor tuna dari Sulawesi Utara. Namun, apakah bisa mendapatkan tuna sebesar itu dari pasar ikan Bitung, saya tidak tahu.

Pengalaman Yang Tidak Terlupakan

Sayangnya jenazah ikan tuna satu meter yang berada di depan saya sudah tidak lengkap lagi. Ekor dan siripnya sudah hilang, kepalanya pun entah di mana. Kalau disambung-sambung, pasti panjangnya mencapai satu setengah meter!  Selain tuna besar, saya juga melihat kepiting berbulu (hairy crab) yang berasal dari Hokkaido.

Kalau kepiting jenis lain, bagian pencapit dan kaki berbeda ukurannya, tetapi hairy crab tidak. Kaki kepiting dan pencapit sama besar, dan berbulu warna putih-sekilas kalau dilihat jadi mirip laba-laba raksasa. Demikian artikel dari http://988sport.net/ semoga bermanfaat bagi Anda yang berniat ingin mengunjungi Jepang. ~CK~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *