Mengulas Sejarah Pulau Hantu Di Hongkong

Sebuah pulau kecil di Hong Kong dijuluki sebagai Pulau Hantu. Bukan tanpa sebab, tapi ada cerita tersendiri di balik julukan tersebut.Hong Kong terkenal dengan gedung-gedung pencakar langit di berbagai sudut kota. Namun, ada sisi lain Hong Kong yang masih hijau dan rimbun, tanpa gedung modern yang tinggi menjulang ke langit. Itulah pulau bernama Yim Tin Tsai.

Dilansir Oleh 988POKER , Yim Tin Tsai ini tak jarang disebut sebagai Ghost Island atau Pulau Hantu. Dahulu, pulau di Distrik Sai Kung yang luasnya kurang dari 1 km2 ini ramai dihuni oleh Suku Hakka. Mereka migrasi dari utara China ratusan tahun lalu. Mereka menempati Pulau Yim Tin Tsai yang dulu masih kosong, membangun tempat tinggal di sana. Untuk mata pencahariannya, kebanyakan adalah petani garam. Mereka membuat tambak garam di lahan yang tersedia di sana

Nama Yim Tin Tsai yang berasal dari bahasa Kanton sendiri memang artinya tambak garam kecil. Sesuai dengan mata pencaharian para penduduknya. Namun sekitar 100 tahun lalu, tambak garam di Yim Tin Tsai harus banyak yang ditutup karena kalah saing dengan kompetitor asal Vietnam dan China Penduduknya pun harus mencari pekerjaan lain. Ada yang menjadi nelayan, ada pula yang mengurus ternak. Tahun 1940-an masih ada sekitar 500 hingga 1.200 orang yang tinggal di pulau, tapi jumlah ini terus berkurang.

Pada tahun 1960-an, makin banyak keluarga lokal yang pindah ke Kowloon hingga Inggris untuk memperoleh akses pendidikan layak. Akhirnya, pada 1990-an, penduduk terakhir yang tinggal di pulau pun ikut pindah ke daerah lain. Meninggalkan Yim Tin Tsai menjadi benar-benar kosong, tak lagi berpenghuni. Selama bertahun-tahun pulau kecil yang berjuluk Pulau Hantu itu tak pernah ditinggali siapa-siapa. Rumah-rumah yang dulunya berjejer rapi, ditinggal tak diurus hingga berlumut dan tanam menjalar pun tumbuh di dindingnya. Kegelapan pun menyelimuti di kala malam, tak ada lagi suara riang penduduk yang bercengkerama. Maka tak mengherankan jika Yim Tin Tsai dijuluki sebagai pulau hantu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *