Perjalanan Dari Kota Da Lat City ke Kota Nha Trang 

Pada kesempatan kali ini  Daftar Maxbet Online  , ingin membagikan cerita kami Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam, bus dari Da Lat sampai di Nha Trang juga, sekitar pukul 17.30. Sampai di Nha Trang Backpacker House, saya memilih kamar di sebuah dormitory seharga 7 USD. Namun, keadaan berkata lain. Karena saat saya di sini adalah hari libur Tahun Baru, maka tarifnya naik sampai tanggal 22 Februari menjadi 9 USD/bed. Dari pada harus bingung mencari hotel lain yang harganya belum tentu lebih murah, saya pun mengiyakan Inilah pertama kali saya tidur di dalam mix dormitory, bersama banyak turis dari Barat, baik cowok maupun cewek. Satu kamar ada 6 buah bed, dengan sususan tempat tidur tingkat dua. Hotel ini cukup nyaman, jarak dari hotel ke pantai hanya sekitar 1 km, cukup dekat, bukan?

Jalan-Jalan Cari Makanan di Malam Hari

Malam hari hukumnya wajib untuk jalan-jalan sepanjang kota. Di sepanjang pinggir jalan menuju pantai banyak sekali warung setara “Warung Tegal” yang menjajakan menu sederhana. Makan malam tak harus yang mewah, yang penting bisa mengganjal perut yang lapar Saya memilih nasi lauk telur dadar plus sayur yang sudah terjamin halal. Makan di pinggir jalan jauh lebih nikmat dari pada makan di restoran karena nuansa petualangannya lebih terasa. Cukup membayar 20.000 VND, perut sudah kenyang dan siap bergadang sampai malam utnuk menyambut meriahnya malam Tahun Baru.
Saya berjalan menuju pantai, di sana terdapat panggung gembira yang diisi live music dan acara hiburan lainnya. Suasana pinggir pantai tampak masih sepi, hanya ada segerombolan orang datang dan memarkir sepeda motornya di depan panggung. Di jalan utama sepanjang pantai diwarnai lampu hias yang gemerlap. Banyak sekali keluarga yang berhenti dan berfoto di antara gemerlapnya lampu hias tersebut. Semakin malam, pengunjung pantai semakin banyak pula. Yang tadi nya cuma ada puluhan, sekarang sudah ada ratusan orang memadati panggung gembira tersebut.

Melihat kemeriahan Pesta Kembang Api Menyambut Tahun Baru TET

Di seberang jalan, terdapat night market dadakan. Di sana ada penjual suvenir, bunga, dan juga makanan khas Vietnam. Walaupun belum lapar, saya penasaran dengan makanan
yang menggoda. Saya mencicipi sebuah lemper yang berisi sayuran dan mi putih. Cara makannya adalah dicocol ke dalam larutan yang rasanya asin-pedas dan nyegrak di mulut. Saya lupa menanyakan namanya. Harganya 10.000 VND Tua-muda, anak-anak, laki-laki dan perempuan pun tumpah ruah di jalanan sepanjang pantai utama Nha Trang ini. Pukul 12 malam tiba, semua orang berdiri, bangkit dari tempat duduknya dan menanti letusan pertama kembang api di depan sana. “Triiiuuung…. Dooorr trettetetet… .byuurr…, kembang api pertama meluncur ke udara disambut sorakan dan tepuk tangan jutaan manusia. Kembang api selanjutnya terus meluncur di udara tanpa henti-hentinya.

Setiap kali kembang api raksasa meletus, kembali suara sorakan dan tepuk tangan yang meriah membahana di antara rentetan letusan kembang api tersebut. Sungguh pesta Tahun Baru yang sangat meriah dan disambut dengan rasa antusias yang tinggi oleh rakyat Vietnam. Mungkin ada 1 ton kembang api yang diluncurkan ke udara, lebih dari 15 menit tanpa henti-hentinya menghiasi langit di atas pantai yang gelap. Setelah kembang api terakhir berhenti, semua orang berteriak “Huuuuuuuuuuu..” .dan semuanya membubarkan diri untuk pulang ke rumah masing-masing, termasuk saya.